PROLEXCENTER – Alhamdulillah wa syukurillah. Melalui Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 23031/M/KPT.KP/2026 yang ditetapkan pada 9 September 2026 oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, babak baru perjalanan akademik saya resmi dimulai: pengangkatan dalam jabatan fungsional Guru Besar/Profesor dalam bidang kepakaran Hukum Administrasi Negara.
Pencapaian ini bukan sekadar tentang raihan gelar kehormatan tertinggi, melainkan narasi tentang menghormati hukum waktu, keteguhan hati, dan kepatuhan mutlak pada aturan regulasi.
Langkah ini bermula dari keputusan besar beralih status kepegawaian dari Kemensetneg ke Kemendikti pada awal 2015. Sejak memegang NIDN dan menerima SK Lektor pada 31 Mei 2016, ritme Tri Dharma Perguruan Tinggi terus dipacu tanpa henti hingga amanah Lektor Kepala 400 tiba pada 1 September 2021.
Di atas kertas dan produktivitas riset, langkah menuju puncak mungkin terasa bisa ditempuh lebih awal. Namun, dunia akademik memiliki muruah dan pakem regulasi yang harus dijunjung tinggi: bersabar menanti penetapan pangkat Pembina (Golongan IV/a) serta mematuhi syarat mutlak pengabdian minimal 10 tahun sejak pengangkatan fungsional pertama.
Bagi saya, masa tunggu 10 tahun tersebut bukan pembatas langkah, melainkan ruang uji integritas. Tidak ada kompas yang dipotong, tidak ada aturan yang diterobos. Menunggu hingga genap satu dekade pada 31 Mei 2026 saya maknai dengan terus mematangkan diri, memperkuat kualitas karya ilmiah, dan menjaga etika keilmuan.
Tepat 10 tahun, 3 bulan, dan 9 hari sejak mengemban jabatan dosen profesional, amanah tertinggi ini akhirnya tiba. Waktu tidak pernah ingkar kepada mereka yang memuliakan proses.
Terima kasih tak terhingga untuk keluarga tercinta yang senantiasa menjadi jangkar doa di setiap sujud, para guru dan mentor, kolega akademisi, serta segenap sahabat yang membersamai langkah terjal ini. Semoga gelar dan amanah ini menjadi ladang pengabdian yang menghadirkan kemaslahatan nyata bagi dunia hukum, pendidikan tinggi, dan bangsa Indonesia.
Bismillah, pengabdian yang sesungguhnya baru saja dimulai.
Prof Dr Ahmad Redi, SH, MH, MSi



