Polemik Ijazah Jokowi Memanas, Pernusa Sentil Dasco: Jangan Lupa Siapa yang Membantu Prabowo Menang

PROLEXCENTER — Polemik dugaan keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali menyeret nama elite politik. Kali ini, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad disorot Ketua Umum DPP Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa), Kanjeng Pangeran Norman Hadinegoro.

Norman bahkan melontarkan tudingan keras bahwa Dasco diduga berada di balik perkara yang melibatkan Roy Suryo dalam polemik ijazah Jokowi.

“Dasco bermain di balik kasus Roy Suryo. Hati-hati Dasco, kamu ketahuan,” tulis Norman dalam unggahannya di Facebook.

Saat dikonfirmasi, Selasa (15/9/2026), Norman kembali mempertanyakan dugaan keterlibatan Dasco. Ia mengaku kecewa jika tudingan tersebut benar, terlebih karena polemik itu dinilainya berpotensi menyeret hubungan politik antara Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto.

“Dari hati yang paling dalam, kami sangat menyesalkan jika benar sosok Sufmi Dasco ada di balik permainan Roy Suryo dan kawan-kawan ini. Apakah Dasco lupa sejarah?” ujar Norman.

Menurut Norman, ada satu hal yang tidak boleh dilupakan dalam perjalanan politik menuju kemenangan Prabowo pada Pilpres 2024: dukungan Jokowi dan jaringan relawannya.

Norman mengungkapkan, dirinya bersama relawan Pernusa yang sebelumnya mendukung Jokowi kemudian ikut bergerak memenangkan Prabowo.

“Bapak Jokowi memberikan dukungan kepada Prabowo sehingga kami para relawan juga bersemangat memenangkan Prabowo sebagai Presiden,” katanya.

Karena itu, Norman meminta Dasco tidak mengambil sikap yang berpotensi memperuncing hubungan Jokowi dan Prabowo.

“Karena itu, saya meminta Dasco menjaga sikap agar tidak menimbulkan perpecahan atau mengganggu hubungan baik Prabowo dan Jokowi,” tegasnya.

Norman juga menyentil perjalanan panjang Prabowo sebelum akhirnya memenangkan Pilpres 2024. Menurut dia, dukungan dari berbagai kelompok relawan Jokowi turut menjadi bagian dari dinamika politik yang mengantarkan Prabowo ke kursi kepresidenan.

“Dasco sudah lama bersama Pak Prabowo dan tentu memahami bagaimana beratnya pertarungan politik yang pernah dihadapi. Ketika dukungan dari relawan Pak Jokowi hadir, kemenangan Prabowo akhirnya bisa diraih,” ujarnya.

Dari sini, Norman melontarkan kritik yang lebih tajam kepada Dasco.

Ia mempertanyakan sikap Dasco yang menurutnya seolah menempatkan diri sebagai pihak yang paling berjasa dalam perjuangan politik Prabowo.

“Dasco jangan merasa paling berjuang. Sikap seperti ini justru menimbulkan pertanyaan di kalangan relawan Pak Jokowi,” kata Norman.

Pertanyaan Norman pun mengarah pada isu yang lebih sensitif: apakah polemik tersebut berpotensi menjadi pintu masuk untuk merenggangkan hubungan Jokowi dan Prabowo?

“Apakah ada keinginan untuk memecah hubungan kedua pemimpin tersebut?” ujarnya.

Norman juga mengingatkan bahwa polemik politik tidak semestinya berkembang menjadi pertarungan yang justru merusak hubungan dua tokoh yang pernah berada dalam satu garis politik.

“Pak Jokowi banyak berjuang untuk kemenangan Presiden Prabowo. Karena itu, jangan sampai ada pihak yang justru membuat hubungan kedua pemimpin tersebut menjadi renggang,” pungkasnya.

Namun, tudingan Norman mengenai dugaan keterlibatan Dasco tersebut sejauh ini belum disertai bukti terverifikasi. Sejumlah pihak juga telah membantah narasi yang mengaitkan Dasco dengan perkara Roy Suryo dan meminta tudingan semacam itu dibuktikan dengan fakta.

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest Articles